IKATAN BIDAN INDONESIA

JAWA BARAT

GAVI

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) mendapat kepercayaan menggantikan International Medical Corps (IMC) untuk mengelola dana hibah Fase II dari Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI) untuk melaksanakan kegiatan pemberdayaan dan peningkatan peran serta masyarakat dalam rangka peningkatan cakupan imunisasi dan KIA sebesar 10% di 5 Kabupaten/Kota di 2 provinsi yaitu Kab. Enrekang, Luwu Timur dan Kota Palopo (Sulsel) dan Kab Bogor, Bekasi, (Jabar). Kegiatan tersebut akan dilaksanakan dalam 2 tahap, tahap pertama dilaksanakan Oktober 2010 – Oktober 2011 dan akan dilanjutkan dengan tahap kedua pada tahun berikutnya.

Kegiatan Tahap 1 diawali dengan Pengumpulan Data Awal di 33 kecamatan/Puskesmas di 3 Kabupaten di Sulawesi Selatan serta 40 kecamatan/Puskesmas di 2 kabupaten di Jawa Barat untuk mendapat data sekunder tentang profil kesehatan masing-masing kabupaten/ kota melalui penelusuran dokumen. Selain itu dilakukan pengumpulan data primer tentang gambaran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku (PSP) sasaran (ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi), melalui metode kuantitatif, serta pengurus IBI, kader, dukun, dan petugas melalui metode kualitatif dengan Focus Group Discussion (FGD)

  • Angka UCI desa tertinggi yang melebihi nilai cakupan UCI Desa (80%) terdapat di Bekasi 93% dan Luwu Timur 84%. Sedangkan nilai terendah di Enrekang 76%.
  • Angka drop out imunisasi terdapat di Bekasi sebesar 5,7%, bogor 4,52%.
  • Kunjungan K1 tertinggi di Luwu Timur 117% dan terendah di Bogor 81,2%
  • Kunjungan K4 tertinggi di Luwu Timur 108% dan terendah di Enrekang 74
  • Persalinan oleh tenaga kesehatan tertinggi di Luwu Timur 105% dan terendah di Bogor 76,6%.
  • KN1 tertinggi di Luwu Timur 100% dan terendah di Bogor 79%
  • KN2 tertinggi di Luwu Timur 98% dan terendah di Palopo 73%.

Hasil pengumpulan data awal tersebut berbeda dengan data cakupan imunisasi pada saat pengusulan program GAVI tahun 2007 dimana rata-rata cakupan imunisasi dan pelayanan KIA masih dibawah 50%.

Sedangkan hasil pengukuran PSP terhadap ibu balita tentang manfaat imunisasi sebagian responden menjawab imunisasi untuk memperbaiki gizi, serta supaya anak pintar dan cepat besar. Tentang permasalahan imunisasi, sebagian besar ibu balita juga menjawab takut anaknya diimunisasi karena sesudah diimunisasi anaknya sakit serta adanya rumor negatif tentang imunisasi. Tentang pemberdayaan masyarakat, sebagian besar bidan/perawat dan pemegang program menjawab bahwa Kepala Desa memiliki pengaruh besar di masyarakat, perlu diberi wawasan yang memadai tentang imunisasi dan KIA.

Berdasarkan gambaran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tersebut dilakukan intervensi kegiatan untuk mencapai target yang telah ditetapkan, kegiatan tersebut antara lain lokakarya, sosialisasi, pelatihan petugas (bidan/perawat Puskesmas). Pada tahap 1 kegiatan yang sampai pemberdayaan masyarakat dilaksanakan di Kabupaten Bogor, yaitu advokasi tingkat kabupaten, rakor tingkat kecamatan, rakor tingkat desa, pelatihan kader/dukun, penyuluhan kelompok oleh bidan/perawat dan penyuluhan kunjungan rumah oleh kader/dukun.

Lokakarya tingkat pusat dan sosialisasi di tingkat provinsi dilaksanakan untuk menyampaikan hasil pengumpulan data awal, penyamaan persepsi dan rencana pelaksanaan kegiatan GAVI CSO IBI serta mendapatkan dukungan dari para pelaksana program.

Pelatihan petugas (bidan/perawat Puskesmas) untuk meningkatkan kemampuan di bidang pemberdayaan dan peningkatan peran serta masyarakat dalam meningkatkan cakupan imunisasi dan KIA. Dari 365 peserta yang direncanakan, IBI melakukan pengembangan sehingga pelatihan menjangkau 511 bidan/perawat.

Pada Tahap I, kegiatan pemberdayaan masyarakat difokuskan di kabupaten Bogor, dengan pertimbangan mayoritas data cakupan imunisasi dan KIA yang lebih rendah dibandingkan kabupaten lain serta keterbatasan anggaran. Kegiatan diawali dengan advokasi di kabupaten, rakor tingkat kecamatan dan rakor tingkat desa, yang dilanjutkan dengan pelatihan kader/dukun yang menjangkau 250 orang dari 50 desa, atau 50% dari total sasaran di Bogor. Seluruh bidan/perawat yang dilatih kemudian melakukan penyuluhan kelompok di posyandu di 50 desa dan 250 kader/dukun yang telah dilatih melakukan penyuluhan kunjungan rumah di 2.500 rumah tangga (10 rumah tangga per kader/dukun). Dampak dari kegiatan pemberdayaan dan peningkatan peran serta masyarakat baru dapat dilihat setelah pengumpulan data akhir (endline data) pada akhir Tahap II nanti.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi dilakukan di Kecamatan Ciseeng Parung dan Ciomas pada saat pelatihan dan penyuluhan kader/dukun. Dari kegiatan tersebut terungkap bahwa masyarakat mengapresiasi penyuluhan yang dilakukan GAVI-CSO IBI disebabkan kurangnya frekuensi penyuluhan langsung kepada masyarakat.

Dari total dana hibah untuk GAVI CSO IBI sebesar USD 914.335, telah dikucurkan Dana Tahap I sebesar Rp. 3.317.130.163 yang telah terserap sebesar Rp.3.206.478.813 atau 97% dengan saldo Rp. 110.651.350.

Dana Tahap II sebesar USD 612.605 akan diturunkan bersamaan dengan kucuran Tahap II seluruh komponen GAVI CSO. Pada Tahap II, IBI akan melanjutkan rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bogor serta melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di 4 Kabupaten/Kota lainnya, yaitu: Enrekang, Luwu Timur, Palopo dan Bekasi.

Ketidaktepatan waktu dalam penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan masyarakat dan penyerahan laporan merupakan dua hal yang perlu mendapatkan perhatian. Memangkas jalur birokrasi, manajemen waktu pengurus CSO IBI yang masih aktif menjadi PNS/pegawai serta penambahan staf administrasi yang terampil menjadi solusi yang direkomendasikan.

Copyright IBI Jabar 2017