IKATAN BIDAN INDONESIA

JAWA BARAT

HPEQ

PRIHAL

Proyek HPEQ diharapkan akan berkontribusi pada pencapaian peningkatan layanan kesehatan melalui peningkatan kualitas penyedia jasa kesehatan; dokter, dokter gigi, perawat, dan bidan. Tujuan tersebut akan dicapai melalui penguatan sistem dan institusi akreditasi program studi dan sertifikasi lulusan yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan profesional kesehatan.
Secara lebih spesifik, tujuan proyek adalah untuk memperkuat kualitas kebijakan pendidikan

profesional di bidang kesehatan di Indonesia melalui:

  1. Menjabarkan dan memastikan kompetensi profesional kesehatan melalui akreditasi bagi lembaga-lembaga pelatihan profesional kesehatan negeri maupun swasta.
  2. Mengembangkan prosedur dan standar uji kompetensi dan sertifikasi bagi tenaga profesional kesehatan secara nasional
  3. mengembangkan sistem jaringan bank yang bertujuan untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas ujian dimana pada saat yang sama dapat memberikan peluang bagi pelajar medis untuk melaksanakan penilaian diri dan bagi sekolah medis untuk mengevaluasi metode pengajaran mereka.
  4. Membangun kapasitas institusi untuk menerapkan standar akreditasi dan sertifikasi melalui hibah kompetisi peningkatan kualitas pendidikan dokter.

Indikator kinerja utama proyek HPEQ adalah:

  1. Terbentuknya lembaga akreditasi independen yang akan melakukan akreditasi program studi kesehatan (pendidikan dokter, keperawatan, dan kebidanan).
  2. Terbentuknya lembaga uji kompetensi tenaga profesional kesehatan secara nasional.
  3. Seluruh program studi kesehatan yang berijin telah menjalani proses akreditasi dan hasilnya diumumkan.
  4. Seluruh lulusan pendidikan kesehatan dari program studi yang berijin mengikuti uji kompetensi nasional.
  5. Jumlah lulusan pendidikan dokter yang lulus uji kompetensi pada kesempatan pertama meningkat, diukur dari menurunnya tingkat ketidak lulusan menjadi separuh dari kondisi baseline.
  6. Peningkatan nilai rerata peserta ujian sertifikasi dari FK penerima hibah FAP, dibandingkan dengan FK non penerima hibah FAP. Indikator tersebut diukur setiap tahun.
  7. Persentase program pendidikan dokter yang menerima hibah pengembangan yang terakreditasi, minimum C untuk kelompok lemah dan baru, dan minimum B untuk kelompok sedang.

Komponen 1

Memperkuat Kebijakan dan Prosedur untuk Akreditasi Institusi Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan
Komponen akan mendukung pemerintah dalam mengembangkan sistem akreditasi yang valid, transparan, kredibel dan dapat bersaing secara internasional untuk pendidikan medis, kedokteran gigi, keperawatan dan kebidanan.

Pengembangan Standar Program Pendidikan Kesehatan dan Standar Kompetensi
Proyek ini akan membantu stakeholder dalam mengembangkan dan memperkuat standar dan pedoman sebagai prasyarat untuk menetapkan sistem akreditasi yang valid.

Area-area prioritasnya adalah :

  1. mengembangkan kompetensi dan standar pendidikan untuk perawat dan bidan
  2. menyelaraskan standar kompetensi dokter, dokter gigi, bidan dan perawat
  3. menyusun sistem sertifikasi untuk instruktur klinik sekaligus membangun jenjang karir mereka
  4. mengembangkan standar untuk pengajaran di rumah sakit dan tempat pelatihan klinik lainnya
  5. merevitalisasi fungsi Pusat Pengembangan dan Penelitian Pendidikan Kedokteran Nasional yang diinisiasikan dalam Health Workforce and Service Project (HWS).

Sub-komponen juga akan mengakomodasi beberapa aktivitas untuk memperkuat asosiasi institusi pendidikan (AIPKI, AFDOKGI, AIPNI, dan AIPKIND) sebagai frontline stakeholder dalam memelihara kualitas pendidikan, seperti bantuan teknis, mentoring AIPNI dan AIPKIND oleh AIPKI, publikasi jurnal ilmiah, dan teknologi informasi untuk mendukung tugas-tugas asosiasi. Pengeluaran meliputi workshop, bantuan teknis lokal dan internasional, bantuan legal, layanan teknologi informasi dan perangkat keras, percetakan, survei dan pelajaran.

Pengembangan Instrumen Akreditasi

Meskipun BAN-PT, berkolaborasi dengan AIPKI, telah memulai proses untuk meningkatkan instrumen untuk akreditasi sekolah medis, tetapi lebih banyak dibutuhkan pengembangan instrumen akreditasi untuk profesi kesehatan yang spesifik. Pekerjaan pada sub-komponen ini akan fokus pada pengembangan instrumen akreditasi untuk pendidikan medis, kedokteran gigi, keperawatan dan kebidanan melalui proses pembagian dan penyebaran instrumen kepada institusi pendidikan yang relevan. Pengeluaran meliputi workshop dan perjalanan.

Pengembangan Kelompok Penilai

Penilai yang kredibel adalah prasyarat untuk sistem akreditasi yang kredibel. Proyek ini akan membantu meningkatkan kualitas dan kredibilitas penilai untuk akreditasi setiap program kesehatan dengan meningkatkan :

  1. sistem identifikasi dan perekrutan penilai
  2. melaksanakan program pelatihan dasar untuk penilai terpilih
  3. melaksanakan pelatihan penyegaran secara regular untuk penilai.
  4. Pengeluaran meliputi workshop dan pelatihan.

Penyusunan Sistem Akuntabilitas untuk Akreditasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan

Saat ini masih dirasakan kurangnya kesadaran dari calon pelajar atau orang tua pelajar dan publik secara umum terhadap akreditasi dan status akreditasi institusi pendidikan sebagai indikator kualitas pendidikan. Proyek ini akan mendukung usaha untuk mengembangkan petunjuk status akreditasi institusi pendidikan tinggi kesehatan dan mempublikasikan petunjuk melalui web site agensi akreditasi dan media massa lainnya. Pengeluaran meliputi layanan teknologi informasi, perangkat keras dan percetakan.

Manajemen Data untuk Mendukung Sistem Akreditasi

Intervensi dalam komponen ini akan meliputi pengembangan aliansi strategis diantara National Accreditation Agency (NAA) dan berbagai unit di Depdiknas untuk menyelaraskan dan mempermudah pengumpulan data dari institusi pendidikan tinggi kesehatan untuk akreditasi, EPSBED dan tujuan lainnya. Hal ini meliputi pencapaian kesepakatan pada data dan intrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data. Selain itu, sumber daya proyek akan membantu institusi pendidikan tinggi kesehatan dalam membangun kapasitas untuk manajemen informasi dan melaksanakan evaluasi diri untuk peningkatan kualitas yang berkelanjutan. Pengeluaran meliputi pengembangan perangkat lunak, workshop, perjalanan dan pelatihan

Komponen 2

Proyek ini akan mendukung penguatan pelaksanaan Ujian Berbasis Standar Nasional untuk dokter, dokter gigi, perawat dan bidan dengan :

  1. mendirikan agensi ujian berbasis kompetensi nasional yang independen
  2. memperbaiki metodologi dan manajemen ujian
  3. mengembangkan sistem jaringan bank yang bertujuan untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas ujian dimana pada saat yang sama dapat memberikan peluang bagi pelajar medis untuk melaksanakan penilaian diri dan bagi sekolah medis untuk mengevaluasi metode pengajaran mereka.
  4. mengembangkan sistem jaringan bank yang bertujuan untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas ujian dimana pada saat yang sama dapat memberikan peluang bagi pelajar medis untuk melaksanakan penilaian diri dan bagi sekolah medis untuk mengevaluasi metode pengajaran mereka.

Mendirikan Badan Uji Nasional Untuk Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan

Stakeholder utama bagi pendidikan medis, kedokteran gigi, keperawatan dan kebidanan telah mencapai kesepakatan mengenai kebutuhan ujian berbasis standar nasional untuk memastikan pencapaian standar kompetensi dari setiap profesi kesehatan. Pendidikan medis dan kedokteran gigi unggul pada area ini, karena komite ujian nasional mulai mengimplementasikan ujian berbasis standar nasional di tahun 2007, meskipun ujian yang dilaksanakan hanyalah mengukur pengetahuan. Kebutuhan untuk memiliki pendekatan yang serupa untuk keperawatan dan kebidanan sangatlah mendesak dengan pertimbangan ratusan sekolah keperawatan dan kebidanan telah menghasilkan ribuan lulusan tiap tahunnya.Tantangannya adalah membentuk agensi ujian nasional independen dengan tugas untuk mengembangkan, memvalidasi dan mengimplementasikan tools dan strategi untuk mengevaluasi kompetensi empat profesi kesehatan. Pada akhirnya, proyek ini akan mendukung pembentukan Badan Uji Nasional untuk Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan. Kewenangan dari agensi ini akan meliputi ujian untuk medis, kedokteran gigi, keperawatan dan kebidanan karena kompetensi dari empat profesi saling berkaitan dan juga untuk penggunaan sumber daya yang efisien.

Intervensi dalam komponen ini adalah :

  1. pendirian NACEHealthPro dan rencana bisnisnya
  2. benchmarking manajer agensi terhadap organisasi internasional yang serupa
  3. review dari ahli eksternal dalam mendirikan agensi
  4. dukungan manajemen dan operasional terhadap agensi
  5. standarisasi kualitas manajemen agensi
  6. hibah penelitian kepada institusi pendidikan tinggi untuk menyusun kebijakan evaluasi.
    Pengeluaran meliputi workshop, pelatihan non-degree, benchmarking, bantuan lokal dan internasional, pembelajaran, peralatan kantor, peralatan teknologi informasi dan audio visual serta furnitur.

Memperbaiki Metodologi dan Manajemen Ujian Berbasis Standar Nasional

Banyak institusi pendidikan yang telah memiliki inisiatif untuk meningkatkan kualitas ujian tertulis; beberapa diantaranya bahkam telah mulai mengaplikasikan Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Akan tetapi, metodologi non-standarisasi, tools penilaian dan standar nilai kelulusan yang berubah-ubah menghasilkan kualitas ujian yang bervariasi diantara institusi pendidikan. Proyek ini akan membantu Badan Uji Nasional untuk Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan dalam mengembangkan sistem Computer-Based Examination (CBE) untuk meningkatkan validitas, akurasi dan efisiensi dari ujian.Penilaian kompetensi profesional kesehatan membutuhkan evaluasi keahlian profesional, dan selanjutnya pengetahuan. Pada konteks ini, proyek juga akan membantu penyusunan sistem Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Melalui proyek ini, Badan Uji Nasional untuk Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan akan mendirikan 12 pusat CBT dan OSCE diseluruh Indonesia, atau 2 pusat pada setiap 6 kelompok wilayah sekolah profesional kesehatan yang ada saat ini.Meskipun pusat ini akan ditempatkan pada sekolah medis yang unggul, pusat ini tidak hanya digunakan untuk ujian medis saja, tetapi juga untuk ujian dokter gigi, perawat dan bidan. Intervensi pada sub-komponen ini akan meliputi : (i) pengembangan pedoman CBT dan OSCE (ii) mendirikan pusat CBT dan OSCE (iii) blueprinting melalui rangkaian workshop untuk menjamin validitas dan reabilitas (iv) workshop panel bagi para ahli untuk melaksanakan seleksi item sebagai tools penilaian akhir (v) menyusun standarisasi pasien untuk implementasi OSCE (vi) workshop untuk menentukan standar penetapan nilai kelulusan (vii) aktivitas untuk mengembangkan pengenalan internasional yang meliputi benchmarking, bantuan teknis internasional dan partisipasi dalam forum dan konferensi ilmiah internasional.Pengeluaran meliputi peralatan audio visual dan teknologi informasi, perangkat lunak komputer, keahlian mengelola peralatan laboratorium, peralatan kantor, furnitur, bantuan teknis lokal dan internasional, benchmarking internasional, workshop dan pelatihan.

Mengembangkan Sistem Jaringan Bank Soal untuk Mendukung Ujian Berstandar Nasional

Ujian yang valid membutuhkan ketersediaan kelompok yang menjamin item berkualitas tinggi dan manajemen item yang akuntabel. Proyek ini akan mendukung Badan Uji Nasional untuk Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan dalam membangun teknologi informasi berbasis sistem jaringan bank. Dengan memiliki sistem tersebut diharapkan akan membantu agensi dalam mengembangkan tools yang terstandarisasi dan memperbaiki keberlanjutan dari tes.Intervensi pada komponen ini meliputi : (i) pengembangan prosedur dan pedoman penilaian pelajar (ii) benchmarking ke luar negeri untuk belajar dan mengembangkan jaringan dengan sistem bank soal diluar negeri (iii) pengembangan perangkat lunak untuk penilaian pelajar (iv) pelatihan regional dan nasional untuk penggunaan perangkat lunak tersebut (v) workshop pengembangan item dan review item (vi) bantuan teknis (vi) monitoring dan evaluasi.Pengeluaran meliputi : peralatan teknologi informasi dan audio visual, perangkat lunak komputer, furnitur, bantuan teknis nasional dan internasional, benchmarking internasional, workshop dan pelatihan.

Memperkuat Kebijakan dan Prosedur untuk Akreditasi Institusi Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan

Komponen akan mendukung pemerintah dalam mengembangkan sistem akreditasi yang valid, transparan, kredibel dan dapat bersaing secara internasional untuk pendidikan medis, kedokteran gigi, keperawatan dan kebidanan.

Copyright IBI Jabar 2017